Archive for June, 2008

HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk- bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya.
Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

Read the rest of this entry »

Pendakian Gunung Agung

“Ke Gunung Agung!” Seperti itu kiranya jawabanku ketika seseorang menanyakan agenda BOC kali ini. Memang kru sudah lama merencanakannya dan Sabtu lalu kita menuntaskan pendakian gunung berketinggian 3,142 meter itu dengan selamat, puji syukur Tuhan. Berikut cerita perjalanannya;

Jalur Selat atau pura Pasar Agung yang kita tempuh sebenarnya telah melalui sedikit perdebatan antar kru yang sementara berniat mengambil jalur pura Besakih. Dengan berbagai pertimbangan diputuskan untuk mengambil jalur Selat yang relatif singkat.

Gunung Agung adalah gunung dengan puncak tertinggi di pulau Bali yang disakralkan oleh masyarakat setempat dan mempunyai nilai transcendental dengan keberadaannya sebagai tempat persembahan. Terdapat beberapa hal yang diyakini oleh masyarakat setempat untuk tidak melakukan sesuatu dalam mendaki gunung ini. Perempuan yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan mendaki gunung ini, hal ini membuat Wati salah seorang anggota BOC kecewa karena tidak bisa ikut serta. Termasuk juga perbekalan makanan yang terbuat atau mengandung daging sapi tidak diperkenankan untuk dibawa dan satu lagi yang mungkin sedikit aneh terdengar adalah sangat dianjurkan untuk mendaki dalam jumlah anggota yang genap (tanpa alasan yang jelas). Pantangan-pantangan tersebut tercatat di urutan pertama check list persiapan standar kami.

baca selengkapnya….

© 2008 Dunia Hitam Putih
Designed by
NET-TEC Hosting -- Made free by Trauringe | Fertiggaragen | Kredit